Episode 20 – Kutukan Pengetahuan

Selamat datang kembali di KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode 20. Pada episode kali ini saya akan membahas sesuatu yang cukup klasik yaitu tentang Kutukan Pengetahuan.

Pertama kali saya dapatkan istilah ini kurang lebih pada tahun 2008 atau 2009 dari sebuah buku karya dua profesor bersaudara, Chip Heath – Dan Heath, yang berjudul Made To Stick – Strategi Agar Gagasan Anda Melekat di Benak Orang Lain.

Sangat menarik pembahasan tentang kutukan pengetahuan ini karena banyak orang yang terkena, termasuk saya, tim dan orang-orang yang saya kenal.

Terlebih yang berprofesi sebagai pembicara publik dan guru baik secara formal maupun informal. Bahkan Anda pun bisa saja juga terkena Kutukan Pengetahuan ini.

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa itu kutukan pengetahuan, kenapa saya, banyak orang dan Anda terkena kutukan ini? Mari kita temukan jawabannya pada KEPO-KIRIM.EMAIL Episode 20 ini.

[00:48 Pertama kali tahu tentang istilah kutukan pengetahuan]
[02:45 Pengertian kutukan pengetahuan]
[03:54 Kenapa kutukan pengetahuan bisa menyerang banyak orang?]
[07:36 Hati-hati terkena kutukan pengetahuan]

Pengertian Kutukan Pengetahuan

Dalam buku Made To Stick – Strategi Agar Gagasan Anda Melekat di Benak Orang Lain, karya Chip Heath – Dan Heath, di bab yang pertama menyebutkan bahwa kutukan pengetahuan adalah :

Begitu kita menguasai ilmu atau memahami sesuatu, sulit sekali bagi kita untuk membayangkan kondisi dimana saat kita tidak tahu.

Karenanya akan menjadi sulit bagi kita untuk membagikan pengetahuan yang kita miliki ke orang lain karena kita tidak bisa kembali ke kondisi pikiran atau state of mind orang yang belum tahu.

Atau dengan kata lain kalau Anda mengetahui sesuatu, terlebih pengetahuan Anda sudah sangat mendalam, maka akan sangat sulit bagi Anda untuk berpikir dari sudut pandang orang yang tidak tahu apa-apa.

Contoh kutukan pengetahuan

Sebagai contoh ekstrim nya, saat kita bayi kita semua pernah belajar jalan. Dan sekarang saat dewasa yang sudah mahir berjalan maka secara otomatis kita akan lupa bagaimana rasanya belajar jalan itu. Sehingga saat mengajari anak kecil untuk jalan, yang kita ajarkan adalah pemikiran kita sebagai orang dewasa, bukan sebagai anak kecil yang belum tahu caranya berjalan.

Contoh lainnya yang lebih mudah dan ada di kehidupan kita sehari-hari. Saya adalah orang yang tidak paham tentang otomotif. Kalau mobil mengalami kerusakan saya lebih membawanya ke bengkel resmi daripada memperbaikinya sendiri.

Di setiap service rutin, saya selalu menanyakan hal yang sama kepada montir atau teknisinya sekaligus menguji kutukan pengetahuan ini.

Saya selalu menanyakan kenapa ini bisa begini, kenapa itu bisa begitu terkait dengan mobil saya. Dan sang montir atau teknisinya pun menjelaskan dengan sudut pandangnya sendiri, bukan dari sudut pandang saya sebagai orang yang tidak mengerti urusan otomotif. Hasilnya saya tetap bingung terhadap apa yang jelaskan oleh montir tersebut.

Anda juga bisa membuktikan sendiri kutukan pengetahuan ini di dalam bisnis. Anda bisa tanya tentang Facebook Ads pada orang yang memang ahli Facebook Ads. Maka Anda akan menemukan dia menjelaskan tentang Facebook Ads dengan sudut pandangnya sendiri.

Saat saya di panggung untuk mengisi seminar atau workshop juga sering mengalami hal yang sama. Saya sering lupa bagaimana kondisi pikiran dari para peserta seminar atau workshop. Apakah mereka sudah paham dengan tema yang saya bawakan, atau sama sekali belum ada gambaran ketika akan mengikuti apa yang saya sampaikan.

Semakin banyak kita banyak belajar dan semakin kita mendalami sesuatu maka kita semakin terkena kutukan pengetahuan tersebut.

Kita semua adalah guru, guru bagi diri kita sendiri, guru bagi anak-anak kita dan guru bagi tim kita. Maka berhati-hatilah terkena kutukan pengetahuan.

====================

Dengarkan KEPO – KIRIM.EMAIL Podcast langsung dari HP Anda

Agar tidak ketinggalan update episode terbaru KEPO – KIRIM.EMAIL Podcast, Anda bisa men-download dan mendengarkannya langsung melalui HP Anda, caranya:

 

Comments