Waspada Zombie Email

Waspada Zombie Email

Zombie email adalah email yang tidak mati dan tidak juga hidup. 
 

Email yang mati akan langsung ditandai bounce oleh layanan email marketing seperti KIRIM.EMAIL. Menandakan bahwa memang kita tidak bisa lagi mengirimkan email ke sebuah alamat.

Anda bisa mempelajari tentang bounce disini:

Sedangkan email yang hidup akan membuka email, meng-klik link didalam email Anda, mengarsip email, dll.

Seperti semua hal di dunia ini, email itu ada usianya, ada masa expirednya. 
 
Kadaluarsanya alamat email, bisa karena 2 hal: Email itu menjadi kadaluarsa secara teknis (otomatis dimatikan oleh Gmail misalnya, setelah beberapa lama tidak aktif).  Kemungkinan kedua sang pemilik email itu bisa jadi sudah tidak menggunakan sebuah alamat email karena memiliki alamat email baru.
 
Hal ini umum jika seseorang misalnya pindah dari tempat kerjanya. Seringkali sebuah perusahaan memberikan alamat email khusus untuk karyawannya (misalnya fikry@kirim.email). 
 
Alamat email ini sering tidak di non aktifkan oleh beberapa perusahaan saat seseorang sudah pindah kerja dan tidak menggunakannya lagi. Hanya akses loginnya saja yang ditutup.
 
Namun, lama-kelamaan, email ini akan penuh kapasitasnya, dan kemudian emailnya akan bounce, atau tidak akan terkirim oleh layanan email marketing seperti KIRIM.EMAIL.
 
Dan lagi, alamat email seperti ini, jumlahnya cukup kecil. Tidak perlu terlalu dikhawatirkan oleh pebisnis dan marketer. Tapi Ada sumber Zombie Email yang lebih besar: Gmail.
 

Kebangkitan Zombie Email

Bahayanya Zombie Email

Asal mula merebaknya wabah Zombie Email, dimulai dari Gmail.
 
Gmail adalah layanan email gratis pertama yang menyediakan penyimpanan hingga 1GB, beberapa tahun kemudian, Gmail meningkatkan kapasitas penyimpanannya menjadi 15Gb, menyatu dengan Google Drive.
 
Hal ini ditambah dengan dihapusnya email yang masuk spam secara otomatis setiap 30 hari, menjadikan penyimpanan di Gmail tidak akan penuh.
 
Artinya, Zombie Email kini usianya lebih panjang. Walaupun alamat email ini tidak diakses, email ini tidak mati, dan akan tetap menerima email setiap hari. Saat kapasitas penyimpanan sebuah email tidak pernah penuh, artinya emailnya tidak akan bounce.
Jadi, apa yang terjadi dengan email promosi, atau email blast yang terus dikirimkan ke alamat-alamat Zombie Email ini? Beberapa akan masuk ke SPAM.
 

Dan di Gmail, jika sebagian kecil saja email promosi kita masuk spam, maka akan berpengaruh ke seluruh pengguna Gmail yang menerima email dari kita nantinya. Walupun mungkin secara persentase, lebih banyak pengguna Gmail yang aktif didalam database email kita.

Artinya, lama-kelamaan, jumlah email yang masuk SPAM akan terus meningkat, karena tidak adanya interaksi dari Zombie Email ini.
 
Kami menyadari kasus ini setelah di KIRIM.EMAIL, banyak di awalnya yang terkena Zombie Email adalah pengguna KIRIM.EMAIL yang sudah berlangganan lebih dari 1 tahun. 

Kerugian Yang Diakibatkan Infeksi Zombie Email
 
Kerugian langsung Zombie Email adalah meningkatkan biaya email marketing Anda. Zombie Email akan membuat jumlah database email Anda menggelembung, menjadi lebih besar dari yang seharusnya.
 
Semakin besar database email Anda, maka akan semakin besar jumlah Zombie Emailnya. Saya pernah mengalami langsung hilangnya sekitar 16 ribu alamat email karena dianggap Zombie Email.
 
Biaya yang harus saya tanggung untuk menyimpan dan membiarkan 16 ribu alamat email itu didalam database email saya sangat besar, dan biaya ini saya keluarkan tanpa akhirnya menghasilkan apa-apa dari alamat email tersebut.
 
Setelah saya buang, profit dari bisnsi saya bertambah cukup besar setiap bulannya, karena penghematan cukup besar yang terjadi dalam layanan email marketing yang saya gunakan saat itu.
 
Kerugian tidak langsungnya adalah: Menurunkan open rate.
 
Dulu rata-rata open rate saya adalah 16-17%, setelah saya buang email zombie yang jumlahnya belasan ribu tersebut, open rate saya langsung melonjak 33% lebih. 
Artinya, saya jadi salah menilai betapa aktifnya database email saya. Saya banyak melakukan kesalahan dalam menilai efektivitas kampanye email marketing saya diakibatkan oleh Zombie Email ini.
 
Dan semua aktivitas Zombie Email ini akan mengarah ke satu titik yang paling parah: Meningkatkan SPAM.
 
Zombie Email akan menginfeksi pengiriman email, menurunkan tingkat pengiriman.
Alamat Gmail yang sudah menjadi Zombie Email, akan terus menerima email dari Anda, dan lama kelamaan, email Anda akan masuk ke folder SPAM didalam Zombie Email tersebut.
 
Gmail lalu akan menilai email Anda berdasarkan berapa email yang masuk ke SPAM, semakin banyak Zombie Email Anda, maka akan semakin banyak email Anda yang masuk SPAM, yang mengakibatkan email Anda akan masuk ke folder SPAM, walaupun di alamat Gmail yang aktif.
 
Dari penjelasan diatas, terlihat bahwa Zombie Email membuat keseluruhan analisa email marketing Anda menjadi tidak akurat. Dan dalam bisnis online, banyak sekali keputusan bisnis akan diambil berdasarkan data-data ini.

.

Super Zombie Email

Jenis paling menghancurkan bagi Zombie Email adalah yang kami sebut dengan Super Zombie Email.
 
Super Zombie Email adalah Zombie Email yang sudah di modifikasi oleh sebuah perusahaan filtrasi spam, untuk menyerang, atau menjebak seorang pebisnis, dengan menyusup masuk ke email listnya.
 
Super Zombie Email ini sering juga disebut dengan Spam Trap.
 
Perilakunya sama dengan Zombie Email biasa, namun karena sudah mengalami modifikasi perusahaan-perusahaan filtrasi spam, maka Super Zombie Email ini bisa jauh lebih menghancurkan.
 
Jika tanpa sengaja, email seseorang terkirim ke email Spam Trap ini, maka bisa jadi orang tersebut tidak bisa mengirimkan email blast sama sekali.

Solusi Zombie Email

Saat ini, belum ada sistem yang bisa menentukan 100% mana yang merupakan Zombie Email, dan mana yang bukan.
 
Penyedia layanan email seperti Outlook misalnya, juga semakin kreatif memproduksi Super Zombie Email untuk mereka sendiri. Sehingga mereka bisa memproduksi ratusan, bahkan ribuan Zombie Email per hari. Jadi, jika seseorang berhasil memusnahkan Zombie Email nya hari ini, bisa jadi besok akan masuk lagi.
 
Karenanya, pembersihan rutin sebaiknya dilakukan dalam jangka waktu tertentu.
Solusi terbaik adalah melepaskan, atau merelakan. Banyak sekali pebisnis dan marketer menimbulkan kemelekatan dengan angka, bahwa lebih besar = lebih baik.
Pebisnis dan marketer ini tidak rela melepaskannya alamat email yang sudah tersimpan lama didalam listnya, walaupun alamat email itu sudah tidak aktif selama 6 -12 bulan, bahkan lebih.
 
Padahal banyak sekali contoh di KIRIM.EMAIL, sebuah bisnis bisa bertumbuh berkali-kali lipat dalam setahun, dengan database email yang relatif kecil menurut saya (sekitar 5000-7000 email).
 
Ada 2 cara tercepat untuk memusnahkan Zombie Email:
1

Cara pertama: Zombie Email Removal di KIRIM.EMAIL

Fitur ini akan secara otomatis menghapus Zombie Email yang tersimpan didalam database email Anda. Anda bisa melihat bagaimana cara menggunakannya disini: 

2

Cara kedua: Menggunakan layanan email Verifyer pihak ketiga:

Aplikasi ini akan memverifikasi apakah sebuah email itu aktif, mati, atau zombie, dan akan menghapusnya dari database Anda.

Memang, jika database yang Anda miliki jumlahnya cukup besar, layanan seperti ini bisa menjadi tidak murah. Tapi dari pengalaman saya, hasilnya cukup bagus dan cepat.

Pelajari selengkapnya disini:

Mencegah Zombie Email Datang Kembali

Seperti yang saya tulis diatas, Zombie Email harus dibasmi secara rutin, karena jumlahnya bertambah setiap hari. Dalam jumlah kecil, Zombie Email tidak akan mempengaruhi pengiriman email blast Anda. Namun ada cara efektif untuk mencegah Zombie Email masuk ke list Anda. 
1

Gunakan double opt-in atau simple opt-in

Double opt-in adalah dimana calon subscriber atau orang yang mendaftarkan emailnya ke formulir Anda, harus mem-verifikasi emailnya dengan meng-klik link didalam email.

Sedangkan simple opt-in adalah fitur yang khusus ada di KIRIM.EMAIL. Dimana Anda bisa mengirimkan hadiah (biasa disebut lead magnet) ke pendaftar email, sambil mereka meng-konfirmasi emailnya.

Anda bisa melihat bagaimana caranya disini:

2

Kirim kembali email konfirmasi ke database Anda

Bisa jadi seseorang mendaftarkan emailnya ke Anda tanpa belum sempat melakukan konfirmasi. Anda bisa mengirimkan ulang email konfirmasi agar mereka bisa konfirmasi ulang.

Pelajari caranya disini: 

Ikhlas & Tidak Melekat

Pada akhirnya, akan kembali ke Anda sebagai pemilik database email pelanggan.

Sebagus apapun teknologi pemusnahan Zombie Email, tidak akan ada manfaatnya jika pebisnis atau marketernya tidak bisa merelakan database email mereka pergi dan berkurang demi menuju database yang lebih berkualitas.

Berat bagi saya mengatakannya, tapi Zombie Email tetap akan menjadi Zombie, mereka tidak akan secara mendadak hidup lagi dan berubah menjadi sales karena membaca email penawaran dari seseorang, sebagus apapun itu. Tidak.

Zombie email hanya akan berada disana untuk menginfeksi database email yang lain, dan menurunkan kemampuan pengiriman email blast promosi dari sebuah bisnis. Dan tentu saja, pada akhirnya akan meningkatkan kemungkinan email promosi untuk masuk SPAM. Tidak ada alasan bagi seseorang untuk tetap membiarkan Zombie Email ini ada didalam list databasenya.

Tidak akan selamanya seseorang menjadi pelanggan Anda. Itu merupakan bagian dari hidup manusia. Tidak ada hubungan yang abadi, begitu juga hubungan bisnis.

Ada yang memang sudah tertarik dengan apa yang Anda tawarkan. Namun ada yang memang sudah mengalami fase perpindahan dalam hidupnya. Jadi bukan berarti produk Anda salah, namun memang pasar Anda mungkin sudah move-on. Atau memang beberapa orang memang sudah (maaf) meninggal dunia. Dan emailnya ikut menjadi nonaktif bersama dengan meninggalnya orang tersebut. Intinya, penyebabnya bisa banyak sekali, dan kita sebagai pebisnis tidak bisa mengendalikan semuanya.

Ikhlaskan.

Jikapun sang pemilik Zombie Email ini ingin masuk lagi ke database email Anda, ada kemungkinan setelah berapa lama ia akan menggunakan email baru.

Dalam kasus yang saya alami, seseorang kembali lagi ke dalam database email saya dengan mendaftarkan alamat email yang baru, setelah beberapa lama tidak aktif. Jadi email yang sebelumnya akan berpotensi jadi Zombie. Ini kejadian yang umum sekali.

Beberapa perusahaan bahkan menggunakan channel lain (seperti Facebook Ads), untuk mengajak saya kembali berlangganan kedalam database mereka, siapa tau saya punya email baru.

Selama bisnis Anda masih berdiri, maka selalu ada kemungkinan database email Anda, atau pelanggan Anda itu datang dan pergi.

Berlangganan sementara, tidak berlangganan juga sementara. Move on dan lepaskan Zombie Email dari dalam database Anda, jaga database Anda tetap sehat, tanpa kontaminasi. Siapa tau Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik. Aamiin…

Fikry