Mengubah Email Leads Jadi Pembeli

Pada artikel berikut ini kami akan membahas tentang bagaimana cara mengubah email leads menjadi pembeli.

Mungkin Anda sudah pernah mendengar kisah sukses tentang pengguna email marketing yang berhasil menghasilkan puluhan hingga ratusan juta hanya dengan mengirim email.

Bisa jadi itu adalah fakta. Karena pada kenyataannya, email marketing menjadi salah satu saluran pemasaran dengan nilai konversi tertinggi jika dibandingkan dengan saluran pemasaran yang lain.

Berdasarkan riset dari OPTINMONSTER terkait dengan engagement atau interaksi, email mempunyai open rate sebesar 22.86% sedangkan pada sosial media, engagement rate nya hanya 0.58%. Sehingga dari data ini kalau data awalnya saja sudah besar, maka pada saat terjadi transaksi kemungkinan besar conversion ratenya juga besar.

Tidak hanya itu, menurut riset dari GIGAOM, email marketing merupakah program digital marketing yang paling efektif untuk membuat orang yang sudah pernah beli datang lagi untuk membeli.

Pada artikel ini akan membahas tentang apa saja yang bisa Anda lakukan dalam rangka bagaimana mengubah email leads jadi pembeli. Sehingga ketika Anda menjalankan email marketing, bisa menghasilkan konversi yang lebih baik. Maka dari itu silakan simak artikel berikut ini sampai habis dan jika ada pertanyaan, silakan tuliskan di kotak komentar.

Apa itu Leads?

Pada salah satu artikel di blog ini, kami pernah menuliskan pengertian dari leads. Berdasarkan artikel tersebut, leads adalah orang yang menunjukkan niat untuk membeli.

Kalau di dunia offline kita bisa dengan sangat mudah mengenali leads ini. Semisal Anda punya sebuah toko atau minimarket, orang yang masuk ke toko Anda itu adalah leads.

Kalau di dunia online, agak susah kita mengenalinya. Karena tidak secara langsung kita melihat dan berinteraksi. Namun bukan berarti kita tidak bisa. Ada beberapa ciri yang bisa kita pakai untuk menentukan itu leads atau bukan kalau di dunia online, ciri-cirinya :

  1. orang yang melakukan like, share dan comment di akun Facebook Anda
  2. orang yang mengunjungi website Anda baik secara langsung maupun melalui iklan dan mesin pencari
  3. orang yang memfavoritkan lapak Anda atau menjadikan wishlist apabila di marketplace
  4. orang yang mendaftarkan alamat emailnya pada form yang Anda tempelkan di website
  5. dan lain sebagainya.

Mengubah Email Leads Jadi Pembeli

Karena leads itu banyak ciri-cirinya, supaya kita fokus maka pada artikel ini kita hanya akan membahas tentang leads jenis email saja atau email leads.

Untuk bisa mengubah email leads jadi pembeli cara yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut :

Kumpulkan leads dengan cara yang benar

Kami percaya hasil yang baik dimulai dengan awal yang benar. Kalau awalnya sudah salah, bagaimana mungkin hasilnya benar dan baik.

Begitu juga dengan mengubah leads jadi pembeli. Kalau mau mendapatkan pembeli, maka cara mendapatkan leadsnya harus dengan cara yang benar. Bukan melalui beli email list atau dengan cara scrapping.

Untuk email leads, ada beberapa cara mengumpulkan yang kami rekomendasikan. Beberapa cara tersebut bisa Anda baca dan pelajari pada artikel yang berjudul Cara Menambah Kontak Yang Kami Rekomendasikan.

Mengirimkan email follow up dan segmentasi

Setelah Anda yakin mengumpulkan leads dengan cara yang benar, langkah berikutnya untuk bisa mengubah leads menjadi pembeli adalah dengan mengirimkan email follow up dan segmentasi.

Follow up bisa berarti menindaklanjuti. Jika sudah ada leads yang masuk, jangan dibiarkan saja. Tindak lanjutin mereka dengan menanyakan apa kebutuhannya, kapan mau melakukan pembayaran dan lain sebagainya. Intinya menghubungi leads supaya dia mau melakukan pembayaran.

Namun dalam mengubah leads menjadi pembeli lewat email marketing, cara follow up nya berbeda dengan melakukan follow up lewat WhatsAp atau telepon.

Cara follow up melalui email adalah dengan mengirimkan beberapa email dengan angle berbeda, namun tujuannya sama, yaitu penjualan.

Kami di KIRIM.EMAIL cukup sering mengirimkan email follow up untuk mengubah leads menjadi pembeli. Sebagai contoh berikut ini ada beberapa angle email yang kami gunakan untuk memfollow up program terbaru KIRIM.EMAIL yang bernama Google Ads Lead Generation (GALG).

Angle emailnya bisa Anda lihat pada gambar di bawah ini :

Setelah mengirimkan email follow up dengan berbagai angle penawaran, Anda bisa mengevaluasi hasilnya. Dari hasil tersebut kemudian lakukan segmentasi supaya orang yang menerima penawaran Anda semakin spesifik.

Dengan melakukan segmentasi, jumlah orang yang akan menerima email Anda akan semakin sedikit. Namun yang sedikit ini adalah orang-orang yang punya interaksi dan respon bagus terhadap email penawaran Anda.

Untuk melakukan segmentasi Anda bisa membacanya di sini.

Itulah cara mengubah email leads menjadi pembeli. Mudah-mudah bermanfaat dan sampai bertemu di artikel berikutnya.

Facebook Comments