Jika Micro-Influencer Email Dibandingkan Dengan Google Ads Mana Yang Lebih Baik

Jika Micro-Influencer Email Dibandingkan Dengan Google Ads, Mana Yang Lebih Baik?

Bukanlah hal yang mengherankan jika kehadiran micro-influencer berbasis email marketing, menimbulkan beragam pertanyaan di benak para pebisnis online. Terutama yang sudah terbiasa menggunakan promosi seperti Google Ads (sebelumnya dikenal dengan Google Adwords), seberapa baguskah micro-influencer ini dibandingkan Ads?

Sebelum sampai pada jawaban terkait pertanyaan di atas, alangkah baiknya jika membahas karakteristik dari kedua saluran pemasaran online tersebut lebih dahulu.

Dari sisi Google Ads ada beberapa kategori promosi, Search Network yang muncul dari kata kunci pencarian dan Display Network, yang memunculkan iklan disesuaikan dengan perilaku dan minat target konsumen.

Google Ads memiliki keunggulan dari jumlah audiens yang besar dari ratusan ribu hingga jutaan. Namun dari sisi konversinya (CVR), cenderung lebih minim dibandingkan micro-influencer. Berdasarkan analisa WordStream, email unggul dengan 4,29% conversion rate dibandingkan Google Ads berbasis Search Network sebesar 3.75% dan 0.46% melalui Display Network.

Fenomena di atas muncul karena konsumen cenderung lebih mudah percaya dengan orang lain dibandingkan dengan brand sebuah produk. Artinya pembeli akan yakin untuk membeli jika diyakinkan oleh orang lain yang ia anggap memiliki kredibilitas, seperti para email influencer yang memang membina komunikasi secara konsisten dengan yang ada di email databasenya melalui ebook gratis maupun email course.

Ini berbeda dengan Google Ads Display Network contohnya, dimana iklan bisa muncul sewaktu-waktu, saat membuka sebuah aplikasi atau halaman berita. Tidak heran angka konversinya cukup rendah karena komunikasi dua arah tidak terjadi.

Meskipun demikian, saya sendiri lebih menyarankan untuk menggunakan micro-influencer dan Google Ads secara bersamaan, ketimbang menggunakan salah satu saja. Hal ini karena fungsi micro-influencer bisa membantu memperbaiki dan menguatkan pemasaran via Ads.

Contoh, saat ada target pasar tertentu yang kurang tingkat konversinya saat dipasarkan via Google Ads, micro-influencer berbasis email bisa digunakan untuk retargeting target pasar tersebut agar conversion-nya lebih baik.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan informasi karakter serta profil segmen pasar yang dipakai di Google Ads untuk diaplikasikan kepada micro-influencer.

Dengan IKLAN.EMAIL, sebuah marketplace micro-influencer berbasis email, Anda bisa mencari influencer email yang cocok dengan target pasar yang diperlukan dengan mudah. Tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencarinya secara manual, satu per satu.

Silakan klik di sini untuk menuju IKLAN.EMAIL.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Facebook Comments