subscriber email marketing

Hapus Subscribers Email Anda Mulai Hari Ini

Sejak tahun 2014, YouTube yang berada di bawah naungan Google, telah gencar melakukan aktivitas “bersih-bersih” akun-akun tak aktif atau suspended. Seperti pada gambar di atas, ini semua demi meningkatkan akurasi dan efektifitas platform YouTube sebagai media berbagi video terbesar di dunia saat ini.

Lalu apa hubungannya hal itu dengan email marketing?

Di dunia pemasaran menggunakan email, prinsip yang digunakan bisa dibilang mirip dengan yang digunakan oleh YouTube. Sebuah akun tertarik dengan salah satu channel, lalu akun tersebut pun menekan tombol “Subscribe” agar mendapat pemberitahuan langsung bila ada konten baru yang diunggah.

Dalam email marketing pun mengenal istilah subscriber, yang merujuk pada mereka yang memutuskan berlangganan untuk mendapat notifikasi email dari satu bisnis atau instansi yang mereka sukai.

Sayangnya, pemasaran dengan email pun rawan mengalami masalah akurasi seperti YouTube. Bila para subscribers yang jarang atau tidak pernah merespon penawaran Anda via email dibiarkan berada di email list.

Setelah memisahkan mana subscribers yang merespon dan tidak merespon penawaran Anda, hapuslah yang tidak merespon. Hal ini akan membuat email list hanya berisi mereka yang mendatangkan konversi dan penjualan.

Ini menjadi hal yang penting, apalagi bila Anda menggunakan aplikasi email autoresponder yang biayanya kerap dihitung berdasarkan jumlah subscribers yang Anda miliki. Semakin banyak, tentu semakin besar biayanya.

Daripada membebani Anda, akan lebih baik jika sebaiknya yang tidak menghasilkan, dihapus saja.

Selain menghapus, pengunaan strategi Double Opt-In bisa juga digunakan untuk benar-benar mendapatkan subscriber yang berkualitas tinggi dari awal proses akuisisi konsumen.

Untuk mempermudah pekerjaan Anda, lakukan pembersihan secara berkala. Jika subscribers yang Anda ingin hapus cukup banyak, bisa setengahnya dulu saat ini, lalu sisanya seminggu atau sebulan kemudian.

Sama seperti dalam pertemanan. Sahabat yang hanya memberi dampak negatif sebaiknya dijauhi. Dekatkanlah diri pada yang memberi dampak positif bagi hidup Anda.

Institusi sebesar Google pun tidak ragu melakukan strategi ini, jadi Anda pun tidak perlu ragu menerapkannya.

Semoga bermanfaat.

Facebook Comments