3 Kerugian Saat Beriklan Yang Tidak Berlaku Bagi Micro-Influencer

3 Kerugian Saat Beriklan Yang Tidak Berlaku Bagi Micro-Influencer

Bismillah…

Setiap aktivitas usaha akan terus melibatkan keuntungan serta resiko secara bersamaan. Hal yang sama pun terjadi juga dalam aktivitas promosi. Tanpa ada yang perlu ditutup-tutupi, saya katakan keputusan untuk beriklan bisa mendatangkan hal positif dan negatif kepada Anda yang beriklan.

Kehadiran saluran baru pemasaran yang muncul karena berkembangnya ekonomi berbasis digital seperti Micro-Influencer, Selebgram dan Youtubers saat ini, akhirnya mengubah pola promosi para pemilik usaha. Lebih lanjut, perubahan ini pun sukses mengeliminasi beberapa kekurangan dari metode beriklan lama yang sudah kita kenal.

Setidaknya ada 3 hal yang berhasil diminimalisir oleh kehadiran influencer-influencer online ini, yaitu:

1. Meraih Yang Tidak Bisa Diraih

Forbes dalam artikelnya yang membahas tren micro-influencer di 2019, menyebut bahwa micro-influencer membantu pebisnis untuk meraih pasar yang spesifik dalam lingkup terkecil yang ada. Ini adalah sesuatu yang merupakan kendala dari media iklan konvensional yang memang menggunakan konsep sebuah promosi untuk lingkup yang luas.

Micro-influencer memiliki audiens yang sangat tertarget. Ini membantu pebisnis untuk menemukan pasar yang memang benar-benar sesuai dengan kategori bisnisnya, dan memperoleh peluang konversi yang lebih besar.

2. Reputasi Bisnis Lebih Aman

Beberapa tahun lalu, kasus yang menimpa artis Saiful Jamil yang membuat ia mendapatkan pemecatan dari acara ajang pencarian bakat tempat ia mengisi acara, merupakan contoh bagaimana artis dengan popularitas yang besar, bisa ikut merusak citra dari sponsor ataupun acara yang terkait dengannya. Hal inilah yang menjadikan acara tersebut mengambil keputusan untuk memutus kerjasama.

Micro-influencer memiliki jumlah pengikut yang terbatas di kisaran ribuan saja. Jika terjadi masalah yang menyangkut sang influencer, brand-brand yang sudah dipromosikannya, bisa dikatakan lebih minim ikut terkena citra buruk. Ini karena exposure dari publik tidak terlalu besar. Lebih aman untuk pebisnis.

3. Gunakan Lagi Promosi Lama

Saya ingin bertanya sedikit, pernahkah Anda melihat iklan jaman dahulu yang kembali tayang di televisi sekarang? Ya, bisa dibilang tidak ada. Iklan yang sudah dilihat, akan terasa membosankan jika kembali muncul.

Namun hal ini bukanlah aturan baku di ranah micro-influencer, terutama yang berbasis email. JIka diperlukan, menggunakan kembali template promosi untuk di-broadcast kepada target pasar setelah beberapa waktu masih memungkinkan untuk dilakukan. Jadi saat kehabisan ide iklan, hal ini bisa Anda coba.

IKLAN.EMAIL, sebagai marketplace micro-influencer berbasis email, bisa Anda coba untuk mengetahui lebih banyak perbedaannya dengan media iklan konvensional lainnya.

Silakan klik di sini untuk menuju IKLAN.EMAIL.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Facebook Comments